Polres Mamberamo Raya melaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Ke-80 Hari Lahir Pancasila tahun 2025

Redaksi
2 Jun 2025 12:14
Polres 0 19
6 menit membaca

Burmeso – 02/06/25, Kapolres Mamberamo Raya AKBP. ARIFIN melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke-80 di Polres Mamberamo Raya yang sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Papua Nomor : ST/496/V/HUM.1.1/2025 tanggal 29 Mei 2025 tentang Giat Penyelenggara Upacara Peringatan ke-80 hari Lahir Pancasila tahun 2025 namun terjadi perubahan pelaksanaannya hai Senin taggal 2 Juni 2025 sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST / 1218 /V/HUM.1.1/2025 tanggal 31 Mei 2025 tentang perubahan Perubahan Waktu pelaksanaan Upacara Peringatan ke hari Lahir Pancasila.

Pelaksanan Upacara Peringatan ke 80 Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan di Polres Mamberamo Raya dipimpin langsung oleh Kapolres Mamberamo Raya AKBP. ARIFIN dengan melibatkan seluruh PJU dan personil Polres Mamberamo Raya. adapun perangkat dalam pelaksanan upacara sebagai berikut :

– Inspektur Upacara: AKBP. ARIFIN Kapolres Mamberamo Raya
– Cadangan Irup: Kompol. EROL SUDRAJAT, S.Sos, M.Si Waka Polres Mamberamo Raya
– Ajudan Irup : Brida Dilan ADC Kapolres Mamberamo Raya
– Cadangan Ajudan Irup : ADC Waka Polres Mamberamo Raya
– Perwira Upacara : Iptu. Elton Jack Rumbiak Kabag SDM Polres Mamberamo Raya
– Cadangan Perwira Upacara: Iptu. Willem J. Taroreh Kasat Samapta Polres Mamberamo Raya
– Komandan Upacara: Ipda Fiqri Kasubag Begpal Bag Log Polres Mamberamo Raya
– Cadangan Dan Up: Ipda. Albert Mambeauw, SH, S.Sos Kasat Narkoba Polres Mamberamo Raya
– Pembacaan Pancasila : Inspektur Upacara
– Pembacaan UUD 1945: Bripda Albert Mirino
– Keamanan: Aiptu.Lutfi Salim Si Propam Polres Mamberamo Raya
– Pembawa Acara: Ipda. Jhon Krey Kasubag Binkar Bag SDM Polres Mamberamo Raya
– Cadangan Pembawa Acara : Bripda Hendrik Brian Wonatorei
– Pembaca Doa : Bripda Fadhil Ikhsan
– Cadangan Pembaca Doa : Bripda Fauzan Amin
– Pengibar Bendera Merah Putih : Bripda Sapadura Candra Bilasi, Bripda Sadrak George Veep Hassor, Bripda Juliano Merauje.

Adapun rangkaian susunan acara Pelaksanan upacara sebagai berikut :

– Kapolres Beramo Raya Selaku Inspektu Cara Memas Lapangan Upacara, Pasukan Di Siapkan.
– Penghormatan Pasukan. Laporan Komandan Upacara. Pengibaran Bendera Merah Putih
– Mengheningkan Cipta Dipimpin Oleh Inspektur Upacara Tanda Kebesaran Buka
– Pembacaan Teks Pancasila Oleh Inspektur Upacara Di Tirukan Oleh Seluruh Perserta Upacara.
– Tanda Kebesaran Tutup
– Pembacaan Pembukaan UUD Negara RI Thn 1945
– Amanat Inspektur Upacara
– Pembacaan Doa
– Andika Bhayangkari
– Laporan Komandan Upacara
– Penghormatan Pasukan
– Inspektur Upacara Meninggalkan Tempat Upacara Laporan Perwira Upacara
– Upacara Selesai

Kapolres Mamberamo Raya sekalu inspektur Upacara dalam amanatnya sebagai berikut :

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan, Salam Pancasila! Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,

Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Hari Lahir Pancasila. Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ja adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. la mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Hadirin yang saya hormati,

Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adatah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia.

Mengapa ini menjadi prioritas? Karena kita menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi.

Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita.

Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai

Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruangruang digital.

Pertama, dalam dunia pendidikan, kita perlu menanamkan Pancasila sejak dini, bukan sekadar Galam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian. Sekolah dan universitas harus menjadi

tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral.

Kedua di lingkungan pemerintahan dan birokrasi, nilai nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan

program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

Ketiga, dalam bidang ekonomi, kita perlu memastikan bahwa pembangunan tidak hanya Ginikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keaditan sosial, sebagaimana termaktub dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

Keempat, dalam ruang digital, kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital

lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong.

Hadirin yang saya bangkan.

BPIP sebagai lembaga yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis: dari pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat. Semua ini bertujuan agar Pancasila tidak hanya dihatalkan, tetapi dihidupi dan dijalankan dalam tindakan nyata.

Namun, tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri. Kita semua, seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda, memiliki peran untuk menjadi pelaku utama pembumian Pancasila.

Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cemninan dari semangat Pancasila.

Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebgaksanaan rakyatnya. Saudara-saudari sekalian,

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Akhirnya, marilah kita terus bergotong royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bemegara.

Dirgahayu Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Om santi santi santi om,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan.
Salam Pancasila.(sd/rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *