Kepala Suku Mee Papua Tengah Serukan Warga Tidak Terprovokasi dan Jaga Persatuan

Redaksi
3 Mar 2026 21:05
Cartenz 0 2
2 menit membaca

Nabire, Selasa 03 Maret 2026 – Kepala Suku Mee wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas di Kabupaten Nabire.

Dalam pernyataannya, Melkias Keiya menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi dinamika yang berkembang di Papua Tengah. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi negatif yang dapat merusak persatuan dan ketenangan hidup bersama.

“Jangan terprovokasi terhadap hal-hal negatif yang dapat menghancurkan kehidupan kita di Papua Tengah. Lebih baik kita hidup tenang, damai, dan fokus membangun daerah ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan di jalur Trans Nabire–Paniai agar selalu berhati-hati dan mengantisipasi kondisi keamanan sebelum berangkat. Selain itu, ia meminta warga untuk mewaspadai berbagai isu provokatif yang beredar, termasuk isu-isu yang berkembang di wilayah Kapiraya.

Secara tidak langsung, Melkias menegaskan bahwa masyarakat pesisir maupun pegunungan harus bersatu tanpa membedakan latar belakang. Menurutnya, Papua Tengah merupakan rumah bersama yang harus dibangun dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan.

“Mari kita sebagai warga Indonesia yang berdomisili di Papua Tengah, baik dari pesisir maupun gunung, bersama-sama mendukung program pemerintah demi membangun Papua Tengah yang sejahtera, damai, dan mandiri,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab serta terus menjaga kerukunan antarwarga. Stabilitas keamanan, menurutnya, menjadi faktor utama agar pembangunan dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Sebagai Kepala Suku Mee wilayah Meepago, Melkias Keiya dinilai memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat adat Papua Tengah. Himbauan yang disampaikannya diharapkan mampu memperkuat kesadaran bersama antar masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif di wilayah Provinsi Papua Tengah.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *